© 2012 kabartersiar. All rights reserved.

Panduan Penulisan Angka dalam Bahasa Indonesia

Penulisan angka kerap menimbulkan keraguan pada penulis. Meski kerap menemukan angka, penulis masih kerap salah dalam penulisannya. Keraguan dalam penulisan angka atau jumlah bilangan dalam kalimat umunya terjadi saat penulis harus memutuskan penulisan dalam bentuk kata atau angka biasa.

Teknik penulisan angka dalam Bahasa Indonesia tidaklah tunggal. Terdapat beberapa macam acuan penulisan tergantung dengan konteks kalimat dan makna yang melekat pada angka atau bilangan dalam kalimat. Panduan ini disusun berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987.

Berikut ini adalah beberapa teknik penulisan angka dalam bahasa Indonesia:

1. Penulisan angka atau bilangan pada awal kalimat harus ditulis dalam bentuk kata. Jika kata yang menyebutkan angka tersebut melebihi dua kata, bilangan atau angka tersebut harus tetap ditulis dalam bentuk angka dengan pengubahan susunan kalimat. Perhatikan contoh berikut ini:

  • Dua puluh tenaga kerja Indonesia (TKI) diberangkatkan ke Hong Kong,
  • Ketua RT mengajak 150 orang warga bergotong-royong

Contoh kedua menunjukkan penulisan angka yang lebih dari tiga kata. Kalimat tersebut tidak boleh disusun dalam bentuk: "150 orang warga diajak kepala RT bergotong-royong".

2. Bilangan dapat dinyatakan dalam kata kecuali menujukkan deret jumlah tertentu. Perhatikan contoh berikut ini:

  • Saya membeli dua buah buku
  • Ibu membawakan para tetangga lima ratus baju baru saat pulang haji
  • Saat pemilihan ketua RT, 20 suara dinyatakan tidak sah, 50 suara memilih Somat dan 60 suara lainnya memilih Jufri.
  • Rian menerima kiriman paket yang berisi 20 buku tulis, 35 pensil dan 20 rautan pensil.

3. Pengejaan angka bilangan utuh berjumlah besar diperbolehkan dalam kalimat. Contohnya:

  • Warga Banyuasin mendapatkan bantuan sebesar 450 juta rupiah dari seorang dermawan asing untuk pembuatan jalan kampung.
  • Buku yang kubeli seharga 2 juta rupiah.

4. Penulisan angka untuk nomor, seperti urutan rumah, jalan dan atau kamar bisa ditulis dengan angka biasa atau dengan penomoran Yunani. Contohnya:

  • Hotel Wijaya No. 13
  • Jalan Veteran II A No. 18

5. Penomoran untuk menunjuk rincian buku atau kitab suci dapat ditulis dalam angka atau angka Yunani, contohnya:

  • Kitab Kejadian : 18
  • Surat an-Nisa : 16
  • Bab III, halaman 16

6. Bilangan Angka utuh memiliki aturan penulisan dalam kata sebagai berikut:

  • Enam belas (bukan enambelas)
  • Dua puluh (bukan dua puluh)
  • Enam ratus (bukan enamratus)

7. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan beberapa model berikut:

  • Romawi berkuasa di Eropa pada abad ke VIII (huruf romawi)
  • Edison menemukan lampu pijar pada abad ke 18
  • Pada akhir abad kesembilan belas manusia akan mengalami revolusi spiritual

8. Penulisan bilangan pecahan dapat dilakukan dengan cara:

  • setengah (1/2)
  • seperenam belas (1/16)
  • tiga perempat (3/4)
  • dua persepuluh (0,2) atau (2/10)
  • tiga dua pertiga (3 2/3)
  • satu persen (1%)
  • satu permil (1‰)

9.  Penambahan akhiran -an pada bilangan dapat dilakukan, contohnya:

  • tahun 1980-an
  • Uang receh 500-an

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.
Required fields are marked:*

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>